Sabtu, 31 Maret 2012

Mengubah dari Sampah Menjadi Energi Listrik

Mari Mengubah Sampah Jadi Energi
Sampah yang tidak berguna dari sisa-sisa keperluan hidup keseharian masyarakat Kota Denpasar, Bali kini diolah menjadi energi listrik di tempat penampungan akhir (TPA) di kawasan Suwung.

"Uji coba yang telah dilakukan oleh PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) telah menghasilkan energi listrik satu Megawatt (MW)," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, I Ketut Wisada, SE, MSi di Denpasar, Minggu (24/5).

Ia mengatakan, peningkatan kapasitas energi dilakukan secara bertahap, hingga akhir 2009 diharapkan bertambah menjadi empat MW hingga akhirnya total menghasilkan 9.6 MW.

Menurut dia, kehadiran teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik maupun diolah menjadi pupuk organik cukup membantu dalam menangani masalah sampah dan kebersihan di Kota Denpasar dan sekitarnya.

"Sampah yang tadinya selalu menjadi masalah, karena identik dengan kotor dan bau yang kurang sedap kini mampu memberikan nilai ekonomis, sekaligus kemudahan dalam memenuhi kebutuhan energi listrik," tutur Ketut Wisada.

Produksi sampah di kota Denpasar yang berasal dari rumah tangga, pasar dan berbagai perusahaan lainnya setiap hari mencapi 2.500 meter kubik, atau setiap bulan 75.000 meter kubik sehingga dalam setahun bisa menjadi satu juta meter kubik.

"Semua sampah tersebut pada hari itu juga diangkut ke TPA suwung untuk selanjutnya diproses menjadi energi listrik dan sebagian lainnya untuk pupuk organik," tutur Ketut Wisada.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dalam kesempatan terpisah menambahkan, ujicoba pendaurulangan sampah menjadi energi listrik di TPA Sampah di Suwung masih menghadapi kendala kekurangan bahan baku sampah.

Hal itu akibat empat kabupaten/kota di Bali yang meliputi Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan sepakat membuang sampah ke TPA Suwung belum terealisasi, kecuali kota Denpasar.

Menurut dia, produksi sampah kota Denpasar sebanyak 2.500 meter kubik itu setara dengan 100 ton per hari itu masih jauh dari kebutuhan bahan baku untuk listrik dan mudah-mudahan ke depan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi setelah tiga kabupaten juga membuang sampah ke TPA Suwung.

PT PLN Distribusi Bali telah menjalin kerjasama dengan PT NOEI dalam menyalurkan energi listrik hasil pendaurulangan sampah.

Energi listrik yang berasal dari sampah itu akan mampu menghemat penggunaan BBM dalam nilai yang cukup besar, sehingga pengolahan sampah menjadi energi listrik menguntungkan banyak pihak.
Sent from Indosat BlackBerry powered by

BNJ

Sumber : Ant

0 komentar:

Poskan Komentar

TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons