Selasa, 13 Maret 2012

Sumber Energi Baru, Bakteri Luar angkasa

London : Bakteri yang ditemukan di salah satu sungai di Inggris dapat menghasilkan listrik menggunakan baterai khusus yang biasa disebut sel bahan bakar mikroba (microbial fuel cell). Organisme yang baru ditemukan di Sungai Wear, Sunderland, diberi nama Bacillus Stratosphericus. Biasanya, bakteri ini ditemukan mengorbit tinggi di atas bumi atau sekitar 20 mil di atas bumi. Para ilmuan meyakini bahwa bakteri tersebut sampai ke permukaan bumi melalui siklus atmosfer, yang menyebabkan uap air naik ke lapisan statosfer, yangkemudian jatuh kembali ke bumi.
Menurut ilmuan, bakteri itu meningkat dua kali lipat potensi listrik yang dihasilkan dari pada pembangkit listrik bakteri lain. Mereka percaya bahwa merka dapat dipanen dan digunakan untuk menjadi sumber energi listrik di negara-negara berkembang.
Organisme tersebut dapat menghasilakan karbon dioksida, proton, dan elektron ketika disimpan dalam larutan tanpa oksigen. Lalu elektron yang dibentuk akan dibebaskan sehingga berubah menjadi anoda yang bermuatan negatif sedangkan proton membuat katoda bermuatan positif. Sehingga proses ini dapat menghasilkan dua tenaga yang diperlukan untuk menimbulkan arus listrik.
"Apa yang kita lakukan adalah sengaja memanipulasi campuran mikroba untuk merancang sebuah biofilm yang lebih efisien dalam menghasilkan listrik," terang Grant Burgess,  profesor Marine Biotechnology di Newcastle University.
                     (gambar bakteri Bacillus stratosphericus yang hidp di atmosfer)

"Ini adalah pertama kalinya mikroba secara individu dipelajari dan dipilih dengan cara seperti ini. Menemukan Bacillus stratosphericus adalah hal yang cukup mengejutkan, namun hal itu menunjukkan potensi yang dimiliki teknik ini untuk masa depan. Di luar sana ada miliaran mikroba yang berpotensi untuk menghasilkan tenaga," tambahnya.
Dengsn menyeleksi spesies terbaik dari  bakteri tersebut, para ilmuan mampu menciptakan biofilm buatan, dengan menggandakan output listrik sel bahan bakar mikroba dari 105 watt per meter kubik menjadi 200 watt per meter kubik. (Aziz)

0 komentar:

Poskan Komentar

TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons